latar belakang sia

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang saling merebut pasar pada

masa kini, maka persaingan adalah sesuatu yang tak terelakkan lagi. Hal tersebut

diperburuk dengan kondisi perekonomian Indonesia yang mengalami krisis. Untuk

menghadapi hal tersebut maka manajemen atau pimpinan organisasi harus dapat

mengambil keputusan yang tepat untuk menghadapi masalah yang timbul sehingga

dapat bertahan dan berkembang. Agar dapat mengambil keputusan yang tepat

maka manajemen memerlukan informasi yang relevan, dapat dipercaya dan tepat

waktu. Dalam hal ini informasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam

menentukan dan mengambil keputusan bagi manajemen.

Informasi yang dibutuhkan manajemen tersedia dalam 2 sistem yaitu Sitem

Informasi Akuntansi dan Sistem Informasi Manajemen. Menurut Wilkinson

(1993), SIA merupakan kerangka (framework) yang terintegrasi dalam perusahaan

yang menggunakan sumber daya fisik perusahaan :

1. Mentransformasikan data ekonomi menjadi informasi keuangan untuk

melaksanakan operasi dan aktivitas perusahaan.

2. Menyediakan informasi mengenai perusahaan kepada pemakai yang

berkepentingan.


Page 3

Agar SIA selalu memberikan manfaat yang maksimal bagi perusahaan, maka

perlu diadakan penilaian terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi di

perusahaan tersebut. Tujuan pokok diadakannya penilaian terhadap kinerja adalah

untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam

mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya agar membuahkan

tindakan dan hasil yang diinginkan. Standar perilaku dapat berupa kebijakan

manajemen atau rencana formal yang dituangkan dalam anggaran (Mulyadi,

1993). Sedangkan manfaat penilaian menurut Mulyadi (1993) adalah :

a. Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui pemotifan

karyawan secara maksimal.

b. Membantu pengambilan keputusan yang berkaitan dengan karyawan seperti

promosi, transfer dan pemberhentian.

c. Mengidentifikasikan kebutuhan pelatihan, pengembangan karyawan dan

menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan karyawan.

d. Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan

mereka menilai kinerja mereka.

e. Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan.

Jadi jelaslah penilaian terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi

merupakan hal yang sangat penting agar SIA dapat memberikan manfaat yang

maksimal bagi perusahaan. Sehingga pengungkapan terhadap faktor-faktor yang

mempengaruhi kinerja SIA perlu dilakukan secara akurat.


Page 4

Alasan lain terhadap pentingnya penilaian terhadap kinerja Sistem Informasi

Akuntansi adalah untuk membantu keberhasilan pengembangan Sistem Informasi

Akuntansi itu sendiri. Menurut Ives, Hamilton dan Davis (dalam Sularso, 2003)

proses sistem informasi melibatkan proses pengembangan, proses operasi, dan

proses penggunaan. Apapun jenisnya, proses sistem informasi formal mencakup

tiga proses tersebut. Proses pengembangan merupakan proses paling awal dalam

kesuluruhan proses sistem informasi karena proses ini dimaksudkan untuk

menciptakan sistem informasi. Keberhasilan proses pengembangan sistem

informasi merupakan lagkah awal terhadap efektifitas sistem informasi secara

keseluruhan. Itu upaya mengungkap faktor-faktor yang berpengaruh di balik

keberhasilan pengembangan sistem informasi menjadi hal yang sangat penting.

Pengkajian terhadap faktor-faktor yang mendukung keberhasilan

pengembangan sistem informasi dalam organisasi bisa dikatakan suatu langkah

strategis dalam mengelola investasi prasarana Sistem Informasi Akuntansi bagi

organisasi. Dengan diketahui dan dipertimbangkannya faktor-faktor pendukung

keberhasilan pengembangan sistem informasi akan bisa diperkecil.

Perbedaan mendasar penelitian ini dengan penilitian yang dilakukan oleh

Rainer dan Watson (1995), Yoon et al. (1995) dan Soegiharto (2001) yaitu

a) Jenis sistem informasi pada penelitian Rainer dan Watson (1995) dan

Yoon et al. adalah expert systems dan expert information systems.

Sedangkan penelitian ini menggunakan jenis sistem informasi akuntansi.


Page 5

b) waktu, tempat dan responden yang diteliti dalam penelitian ini sangat

jelas berbeda dengan penelitian terdahulu. Dalam penelitian Rainer dan

Watson (1995) respondennya berasal dari tiga kelompok sampel yaitu

eksekutif (18 orang), profesional expert information system (EIS) (18

orang) dan konsultan (12 orang) dengan mengambil tempat penelitian di

Amerika. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Yoon et al. (1995) pada

tahun 1995, respondennya adalah manajer proyek sebanyak 170 orang

pada perusahaan IBM di seluruh dunia dan mengambil tempat di

Amerika. Penelitian yang dilakukan oleh Soegiharto (2001) terdiri dari

perusahaan manufaktur, pertambangan, jasa retail, transportasi, rumah

sakit dan lain-lain. Sedangkan pada penelitian ini mempunyai target

responden para karyawan yang menggunakan Sistem Informasi

Akuntansi dengan mengkhususkan pada perusahaan jasa perbankan.

Penelitian terdahulu semuanya mengambil tempat di luar negeri yang

memiliki etos kerja dan kebudayaan yang berbeda dengan Indonesia,

sehingga sangat potensial bila hasil penelitian sebelumnya terjadi

perbedaan.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah disebutkan di atas maka penelitian

ini akan menguji signifikansi faktor-faktor kualitas informasi, keterlibatan

pengguna, dukungan manajemen puncak dan dampak terhadap pengguna terhadap

kinerja Sistem Informasi Akuntansi secara lebih spesifik, yaitu pada perusahaan

jasa perbankan.


Page 6

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas maka pokok permasalahan dalam penelitian ini

adalah :

1. Apakah faktor kualitas informasi berpengaruh terhadap kinerja SIA pada

perusahaan jasa perbankan?

2. Apakah faktor keterlibatan pengguna berpengaruh terhadap kinerja SIA pada

perusahaan jasa perbankan?

3. Apakah faktor dukungan manajemen puncak berpengaruh terhadap kinerja

SIA pada perusahaan jasa perbankan?

4. Apakah faktor dampak terhadap pengguna berpengaruh terhadap kinerja SIA

pada perusahaan jasa perbankan?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah menjelaskan secara

empiris faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja SIA yaitu :

1. Untuk mengetahui apakah faktor kualitas informasi berpengaruh terhadap

kinerja SIA pada perusahaan jasa perbankan.

2. Untuk mengetahui apakah faktor keterlibatan pengguna berpengaruh

terhadap kinerja SIA pada perusahaan jasa perbankan.

3. Untuk mengetahui apakah faktor dukungan manajemen puncak berpengaruh

terhadap kinerja SIA pada perusahaan jasa perbankan.


Page 7

4. Untuk mengetahui apakah faktor dampak terhadap pengguna berpengaruh

terhadap kinerja SIA pada perusahaan jasa perbankan.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini bermanfaat untuk :

1. Bagi praktisi akademik, memberikan kontribusi untuk pengembangan SIA

secara teori maupun praktek di Indonesia khususnya di bidang perbankan.

2. Bagi praktisi perbankan, hasil penelitian dapat dijadikan pertimbangan

dalam pengambilan keputusan serta kebijakan yang berhubungan dengan

penelitian terhadap kinerja SIA di perusahaan.

3. Dokumentasi ilmiah yang bermanfaat bagi peniliti berikutnya yang

memiliki persamaan tujuan dengan penelitian ini.

Sumber : http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:dGkHkjOD-EUJ:etd.eprints.ums.ac.id/2150/1/B200040169.pdf+pengembangan+sistem+informasi+akuntansi&hl=id&gl=id

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: