LETTER 0f CREDIT

Letter of Credit atau dalam bahasa Indonesia disebut Surat Kredit Berdokumen

merupakan salah satu jasa yang ditawarkan bank dalam rangka pembelian barang, berupa

penangguhan pembayaran pembelian oleh pembeli sejak LC dibuka sampai dengan

jangka waktu tertentu sesuai perjanjian. Berdasarkan pengertian tersebut, tipe perjanjian

yang dapat difasilitasi LC terbatas hanya pada perjanjian jual – beli, sedangkan fasilitas

yang diberikan adalah berupa penangguhan pembayaran.

Jenis dan Manfaat Letter of Credit

Isi dari perjanjian LC mencakup banyak hal seperti jangka waktu, pembatalan, cara

pembayaran dan lain – lain. Berdasarkan isi perjanjian tersebut, LC dapat dibedakan

menjadi beberapa jenis:

1. Ruang Lingkup Transaksi

– LC Impor:adalah LC yang digunakan untuk mengadakan transaksi jual

beli barang/jasa melewati batas – batas Negara.

– LC Dalam Negeri atau Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri

(SKBDN):adalah LC yang digunakan untuk mengadakan transaksi di

dalam wilayah suatu Negara.

2. Saat Penyelesaian

Sight LC:adalah LC yang penangguhan pembayarannya sampai dengan

dokumen tiba.

Usance LC:adalah LC yang penangguhan pembayarannya sampaiwesel

yang diterbitkan jatuh tempo (tidak lebih lama dari 180 hari).

3. Pembatalan

Revocable LC:adalah LC yang dapat dibatalkan atau diubah secara

sepihak oleh issuing bank setiap saat tanpa pemberitahuan terlebih dahulu

kepada pihak yang berhak menerima pembayaran (beneficiary). LC jenis

ini biasanya digunakan sebagai bekal awal sebelum negosiasi antara

importir dan eksportir mencapai kesepakatan final.

Irrevocable LC:adalah LC yand tidak dapat dibatalkan atau diubah secara

sepihak oleh issuing bank setiap saat tanpa persetujuan beneficiary.

Apabila suatu LC tidak secara eksplisit menyatakan ‘revocable’ atau

irrevocable’, maka LC tersebut dianggap sebagai irrevocable LC.

4. Pengalihan Hak

Transferable LC:adalah LC yang diberikan hak kepada beneficiary untuk

mengalihkan sebagian atau seluruh hak penerimaan pembayaran kepada

pihak lain. Pengalihan hak ini hanya dapat dilakukan satu kali.

Untransferable LC:adalah LC yang tidak memberikan hak kepada

beneficiary untuk mengalihkan sebagian atau seluruh hak penerimaan

pembayaran kepada pihak lain.

5. Pihak advising bank

General/Negotiating/Non-Restricted LC:adalah LC yang tidak

menyebutkan dengan bank yang akan menjadi advising bank.

Restricted/Straight LC:adalah LC yang menyebutkan dengan tegas bank

yang menjadi advising bank.

6. Cara Pembayaran kepada Beneficiary

Standby LC:adalahsurat pernyataan dari pihak bank yang menyatakan

bahwa apabila pihak yang dijamin (nasabah bank tersebut) cidera janji

maka pihak bank akan menerbitkan Sight LC untuk kepentingan yang

menerima jaminan yaitu beneficiary.

Red-Clause LC:adalah LC yang memperkenankan penarikan sejumlah

tertentu uang muka oleh beneficiary. LC ini diterbitkan biasanya hanya

apabila issuing bank benar – benar percaya pada reputasi beneficiary.

Clean LC:adalah LC yang pembayarannya kepada beneficiary dapat

dilakukan hanya atas dasar kwitansi/wesel/cek tanpa harus menyerahkan

dokumen pengiriman barang.

Manfaat yang dapat diharapkan oleh bank dengan memberikan fasilitas Letter of

Credit kepada nasabahnya antara lain adalah:

– Penerimaan biaya administrasi berupa provisi/komisi yang merupakan fee

based income bagi bank.

– Pengendapan dana setoran yang merupakan dana murah bagi bank.

– Pemberian pelayanan kepada nasabahnya sehingga nasabah menjadi lebih

loyal kepada bank.

Sumber : sulastri.staff.gunadarma.ac.id/…/TUGAS+BANK+dan+LEMBAGA+KEUANGAN1.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: