Sistem kliring elektronik di Indonesia

Kliring adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antar peserta kliring baik atas nama peserta maupun atas nama nasabah peserta yang perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu.

Jenis Transaksi Kliring Apa Saja Yang Dapat

Anda Lakukan

Transaksi kliring yang dapat dilakukan meliputi:

1. Transfer debet (menggunakan cek, bilyet giro

atau warkat debet lainnya); dan

2. Transfer kredit (mengisi formulir isian yang disediakan oleh bank) yang kemudian akan dikirim oleh bank melalui data keuangan elektronik yang disediakan dalam SKNBI.

Batasan Nominal

1. Nilai nominal warkat debet tidak dibatasi kecuali

untuk warkat debet yang berupa nota debet,

yaitu setinggi-tingginya Rp10.000.000,00

(sepuluh juta rupiah) per nota debet.

Pembatasan nilai nominal pada nota debet tidak

berlaku apabila nota debet diterbitkan oleh Bank

Indonesia dan ditujukan kepada bank atau

nasabah bank.

2. Khusus untuk transfer kredit, nilai transaksi yang

dapat diproses melalui kliring dibatasi di bawah

Rp100.000.000,00 sedangkan untuk nilai

transaksi Rp100.000.000,00 ke atas harus

dilakukan melalui Sistem Bank Indonesia Real

Time Gross Settlement (Sistem BI-RTGS)*.

Manfaat Apa Yang Anda Dapat Melalui SKNBI?

1. Mendapatkan pelayanan yang cepat, rasa aman

dalam bertransaksi dan biaya relatif murah.

2. Mendapat alternatif pelayanan jasa transfer dana

yang kompetitif.

Siapakah Penyelenggara Dan Peserta Kliring?

Penyelenggara

SKNBI diselenggarakan oleh:

1. Penyelenggara Kliring Nasional (PKN), yaitu Unit

Kerja di Kantor Pusat Bank Indonesia yang

bertugas mengelola dan menyelenggarakan

SKNBI secara nasional; dan

2. Penyelenggara Kliring Lokal (PKL), yaitu unit

kerja di Bank Indonesia dan Bank yang

memperoleh persetujuan Bank Indonesia untuk

mengelola dan menyelenggarakan SKNBI di

suatu wilayah kliring tertentu.

Peserta

Setiap Bank dapat menjadi peserta dalam

penyelenggaraan SKNBI di suatu wilayah kliring,

kecuali BPR (Bank Perkreditan Rakyat), Kantor Bank

yang akan menjadi peserta wajib menyediakan

perangkat kliring, antara lain meliputi perangkat

Terminal Pusat Kliring dan jaringan komunikasi data

baik main maupun backup untuk menjamin

kelancaran kepada nasabah dalam bertransaksi.

Jadwal Kliring

Dalam rangka memberikan keleluasaan kepada Anda

selaku pelaku ekonomi di seluruh Indonesia yang

 

terdiri dari 3 (tiga) zona waktu untuk dapat

melakukan transfer kredit dengan lancar, maka

kliring kredit dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus

kliring.

Pengiriman transfer/data keuangan elektronik kredit

pada siklus pertama dilakukan mulai pukul 08.15

WIB s.d. 11.30 WIB sedangkan pengiriman

transfer/data keuangan elektronik kredit pada siklus

kedua dilakukan mulai pukul 12.45 WIB s.d. 15.3

WIB.

Untuk kliring debet pengiriman warkat/data

keuangan elektronik debet ditetapkan oleh masingmasing

PKL dengan batas maksimal pengiriman hasil

perhitungan kliring lokal ke PKN pada pukul 15.30

WIB.

Jadwal kliring di atas adalah pada level bank,

sedangkan pada level nasabah dilakukan lebih awal

sesuai dengan jadwal yang ditetapkan masingmasing

bank.

Biaya Kliring

• Bank wajib mencantumkan biaya kliring, baik

biaya yang dikenakan BI kepada bank maupun

biaya yang dikenakan bank kepada nasabah

pada lokasi yang dapat dibaca dengan jelas oleh

nasabah/masyarakat.

• Besarnya biaya kliring yang dikenakan Bank

kepada nasabah/masyarakat sesuai dengan

ketentuan intern masing-masing bank.

Audit Terhadap SKN

Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat

dan memastikan bahwa seluruh sistem kliring

berjalan dengan aman, Bank Indonesia secara

periodik telah meminta independent IT auditor untuk

mengaudit seluruh aplikasi maupun jaringan yang

digunakan dalam SKNBI. Dalam menguji kehandalan

sistem, independent IT auditor tersebut juga telah

pula melakukan penetration test untuk mengkaji

kemungkinan adanya loop hole yang mungkin dapat

dimanfaatkan oleh para hacker untuk menembus

pertahanan sistem.

Intercity Clearing

Dalam sistem kliring saat ini Anda dapat melakukan

transaksi dengan mengkliringkan Cek/BG yang Anda

terima pada wilayah kliring dimana saja sepanjang

Cek/BG Bank yang Anda terima telah menjadi

anggota Intercity Clearing.

Hal-hal Yang Perlu Anda Perhatikan Dalam

Bertransaksi Menggunakan Kliring

1. Pastikan bahwa Cek/BG tidak dalam keadaan

lusuh/lecek/sobek, karena akan mengganggu

pada saat pemrosesan Cek/BG tersebut dalam

sistem kliring.

2. Pastikan Anda mengkliringkan Cek/BG atau

transfer uang Anda pada waktu jam pelayanan

kas Bank Anda, agar transaksi Anda dapat

diterima pada hari yang sama. Apabila perlu,

tanyakan kepastian diterimanya dana tersebut.

3. Apabila dana tersebut baru diterima di rekening

Anda keesokan harinya setelah pukul 09.00 atau

hari-hari selanjutnya, maka Anda dapat meminta

kompensasi bunga sesuai dengan ketentuan

yang diatur dalam Bank dimana rekening Anda

berada.

4. Apabila Cek/BG yang Anda pegang ditolak dalam

kliring, tanyakan pada Bank sebab/alasan

Cek/BG tersebut ditolak dan mintalah bukti

tertulisnya. Sebab-sebab umum yang sering kali

terjadi adalah karena syarat formal tidak

dipenuhi, seperti pencantuman tanggal dan

tempat dikeluarkannya Cek/BG atau saldo yang

tidak mencukupi.

sumber : http://www.bi.go.id/NR/…/SistemKliringNasionalBankIndonesia.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: